Khutbah Idul Adha 1445 H - Dekatkan Diri Kepada Allah & Sabar Terhadap Musibah
![]() |
Masjid Raya Koto Tinggi, Gunuang Omeh |
Khatib: F. Malin Parmato
Tempat: masjid Raya Koto Tinggi, kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Ma'asyiral Muslimin wal muslimat rahimakumullah.
Sembah sujud ke hadirat Allah 'Azza wa Jalla, pada pagi ini, Senin, 17 Juni tahun 2024 M - 10 Dzulhijjah tahun 1440 H, kita dapat berkumpul melaksanakan ibadah shalat Idul Adha di dalam masjid Raya Koto Tinggi, Gunuang Omeh ini.
Shalawat beserta salam sejahtera senantiasa kita kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Khatib berwasiat kepada kita bersama, hendaknya kita selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, semoga hendaknya nanti, bila ajal menjemput nyawa, kita mati dalam keadaan Islam yang sempurna. Amin ya rabbal 'alamin.
Hari ini adalah tanggal 10 Dzulhijjah, umat Muslim sedunia merayakan Idul Adha. Jutaan muslim-muslimah di Makkah al-Mukarramah masih berkumpul di sana, baru selesai melaksanakan ibadah haji.
Imam Syafii dalam kitab Fikih Manhaji menjelaskan, "sesungguhnya shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha itu disyariatkan pada tahun kedua Hijrah."
Yang pertama kali dilaksanakan adalah shalat Idul Fitri, pada 1 Syawwal, usai berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, pada tahun ke-2 Hijriyah. Tempat pelaksanaannya adalah di Madinah di masjid Al-Ghamamah. Masjid ini terletak sekitar 300 meter di sebelah Barat Daya masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Dulunya, area masjid ini adalah tanah lapang yang digunakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya untuk menunaikan shalat Idul Fitri, Idul Adha, dan shalat Istiqa' (meminta hujan). Di area masjid ini juga terdapat masjid Abu Bakar, masjid Ali bin Abi Thalib, masjid Umar, dan Pasar Kurma.
Mungkin diantara kita ada yang pernah mengunjunginya.
Kemudian setelah Syawwal, masuk bulan Dzulqa'dah, kemudian datang pula bulan Dzulhijjah, pada tanggal 10 Dzulhijjah tahun ke-2 Hijriyah itu dilaksanakan pula shalat 'Idul Adha pertama juga di tempat yang sama.
'Idul Fitri, didahului dulu dengan puasa Ramadhan, ini sebagai isyarat untuk pembebasan (dari neraka). Demikian juga 'Idul Adha, didahului pula dengan puasa, sebagai isyarat pula banyaknya pembebasan (dari nereka) pada hari ke-9 sebelum 'Idul Adha itu.
4 tahun setelah itu, yaitu pada tahun ke-6 Hijriyah disyari'atkan pelaksanaan ibadah Haji. Namun kenyataannya tahun itu tidak pernah bisa dilaksanakan ibadah haji, bahkan pada tahun-tahun setelah itu, karena senantiasa dihalang-halangi kaum Kafir Quraisy.
Ibadah Haji baru bisa dilaksanakan pada tahun ke-9 atau ke-10 Hijriyah, yaitu setelah penaklukkan kota Mekah oleh kaum Muslimin dan inilah ibadah haji yang dilaksanakan Rasulullah Saw. yang pertama dan terakhir kalinya pasca disyariatkannya.
Maka sejak itu, puasa tanggal 9 Dzulhijjah itu, digelari dengan sebutan puasa Arafah, karena sehari sebelum Idul Adha itu dilaksanakan puncak ibadah Haji, yaitu wuquf di padang Arafah.
Jadi, aktifitas wukuf di Arafah bukan penyebab adanya Idul Adha, karena puasa tanggal 9 Dzulhijjah sudah ada juga sejak tahun ke-2 nabi Muhammad Hijrah ke Madinah. Sampai dengan tahun ke-9 atau ke-10 Hijriyah belum ada juga pelaksanaan wukuf di Arafah, sedangkan puasa tanggal 9 Dzulhijjah itu sudah dilaksanakan juga. Jadi sekitar 8 atau 9 kali puasa 9 Dzulhijjah belum ada pelaksanaan wuquf di Arafah.
Maka puasa kita kemaren ditanggal 9 Dzulhijjah adalah benar, walaupun di Makkah sudah mendahului kita dalam pelaksanaan Idul Adha.
Ada orang yang berkata "jama'ah haji sudah selesai wuquf di Arafah, tidak usah puasa lagi. Bukan begitu, sehari sebelum Idul Adha, kita disunnahkan puasa, pada puasa itu Allah janjikan penghapusan dosa.
Kalaupun tidak mau disebut puasa Arafah, ya sudah, sebut saja puasa tanggal 9 Dzulhijjah.
Karena sebab penentuan Idul Adha bukan karena kapan hari Arafahnya, namun ditentukan karena penentuan kapan tanggal 1 Dzulhijjahnya.
Di Indonesia semua Ormas dan Pemerintah bersepakat penentuan tanggal 1 Dzulhijjah 1445 adalah pada hari Sabtu tanggal 8 Juni 2024 yang lalu, dan kita serentak di Nusantara ini melaksanakan Idul Adha pada hari ini 10 Dzulhijjah, Senin tanggal 17 Juni 2024.
Bukan hanya di Indonesia, namun juga sampai ke Singapura, Malaysia, Brunai, Thailand dan Philipina.
Mahkamah Agung Pemerintah Arab Saudi menetapkan awal Dzulhijjah pada Jumat 7 Juni 2024. Sementara, Idul Adhanya jatuh kemaren pada tanggal 16 Juni 2024.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kiyai Abdullah Jaidi mengimbau agar kita tidak perlu terusik dengan perbedaan ketetapan Idul Adha antar negara. Karena antara kita dan Arab Saudi memiliki Matlak yang berbeda. Matahari yang terbit pagi hari tidak serentak nampak di negeri kita dengan Arab Saudi sana.
Ma'asyiral Muslimin wal muslimat rahimakumullah.
Idul Adha adalah hari raya besar umat Islam selain Idul Fitri. Menandai berakhirnya ibadah haji, Idul Adha dirayakan dengan melakukan penyembelihan hewan qurban. Namun makna Idul Adha tidak hanya sekedar itu saja.
Kita pasti sudah mengetahui bahwa Idul Adha dirayakan dengan menyembelih hewan qurban. Namun tahukah bagaimana peristiwa sejarah Idul Adha yang yang melatarbelakangi itu?
Sejarah Idul Adha berawal dari mimpi yang berulang kali dialami Nabi Ibrahim AS. Dalam mimpi tersebut, beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Perintah ini tentu sangat berat dan penuh ujian bagi Nabi Ibrahim AS.
Awalnya, Nabi Ibrahim AS merasa ragu dengan mimpinya. Beliau bertanya kepada putranya Ismail AS tentang mimpinya tersebut. Ismail AS yang taat dan berbakti kepada ayahnya, menyatakan kesiapannya untuk dikurbankan.
Dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, Nabi Ibrahim AS membawa Ismail AS ke sebuah tempat yang tinggi untuk disembelih. Ketika Nabi Ibrahim AS hendak menyembelih putranya itu, Allah SWT memerintahkan untuk mengganti Ismail AS dengan seekor domba.
Domba tersebut telah disediakan oleh Allah SWT sebagai kurban. Akhirnya Nabi Ibrahim AS menyembelih domba tersebut. Meski begitu, ritual penyembelihan qurban tidak dilakukan sejak peristiwa tersebut lho.
Ibadah qurban baru diwajibkan pada masa Nabi Muhammad SAW. Hal ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Hajj ayat 34.
Makna Idul Adha
Bukan sekedar menyembelih hewan kurban saat Idul Adha, namun juga ada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah beberapa makna Idul Adha:
Ketaatan : Ibadah kurban mengingatkan kita tentang ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT.
Keikhlasan : Ibadah kurban mengajarkan kita untuk berkurban dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih, dan semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT.
Kesabaran : Ibadah kurban mengingatkan kita untuk bersabar dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup.
Kasih sayang: Ibadah kurban menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian kepada sesama, terutama bagi fakir miskin dan kaum dhuafa.
Hikmah Idul Adha
Dari makna Idul Adha yang dijelaskan di atas, umat muslim juga bisa mendapatkan hikmah Idul Adha. Momen penyembelihan hewan qurban bukan hanya tentang perayaan dan berbagi kepada yang membutuhkan.
Ibadah qurban bukan hanya tentang hewan yang dikurbankan, tetapi juga tentang kesadaran diri dan kesucian harta benda. Daging kurban yang dibagikan menjadi sumber kebaikan dan berkah bagi yang menerima maupun yang berkurban.
Sehingga ada hikmah Idul Adha yang membuka peluang bagi umat Islam untuk mempraktikkan nilai-nilai keikhlasan, ketaatan, dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari.
Kemaren kita serentak dilanda musibah, maka bersabarlah.
Sampai sekarang saudara kita di Palestina masih digempur dalam suasana perang.
Allahu Akbar walillahilhamdu.
جعل الله لنا واياكم من العائدين الفائزين السائلين الغانمين المقبولين. و ادخلنا و اياكم فى زمرة عباده الصالحين. اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. و اما من خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى. فان الجنة هى المأوى. وقل رب اغفر وارحم ونت خير الراحمين.
خطبة الثانى
ألله أكبر 7 ×
ألله أكبر . كبيرا والمحد لله كثيرا وسبحان الله بكرة و اصيلا. لا اله الا الله و الله اكبر ولله الحمد.
الحمد لله الذى جعل الاعياد بالأفراح والسرور. وضاعف للمتقين جزيل الاجور. وكمل الضيافة فى يوم العيد لعموم المؤمنين بسعيهم المشكور.
اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له العفو الغفور.
واشهد ان سيدنا ومولانا محمدا عبده ورسوله الذى نال من ربه ما لم ينله مقرب و لا رسول مطهر مبرور.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد النبي الامي وعلى آله و اصحابه الذين كانوا يرجون يجارة لن تبور. و سلم تسليما كثيرا.
اما بعد: فيا أيها الاخوان ! اتقوا الله تعالى واعلموا يا اخوانى رحمكم الله ان يومكم هذا يوم عظيم يتجلى الله فيه على عباده من كل مقيم و مسافر. فيباهى لكم ملائكته و انتم مكبرون فيه اظهارا لشعائره فى كل مكان طاهر.
فقال الله تعالى ولم يزل قائلا عليما. ان الله و ملائكته يصلون على النبى يآيها الذين امنوا صلوا عليه و سلموا تسليما.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه والتابعين. وارض عنهم برحمتك يا ارحم الراحمين.
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات. اللهم ادفع عنا الغلاء والبلاء والفحشآء والمنكر والقحط والوباء السيوف المختلفة والشدائد والمراض والمحن والفتن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة انك على كل شيئ قدير. ربنا اغفرلنا ولاخواننا الذين سبقونا بالأيمان ولا تجعل فى قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رئوف رحيم.
عباد الله! ان الله يأمر بالعدل والأحسان و ايتاء ذى القربى وينهى عن الفحشآء والمنكر والبغي يعظكم لعلم تذكرون. اذكروا الله العظيم يذكركم واسئلوه من فضله يعطيكم ويهديكم ولذكر الله اكبر.
- Islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-idul-adha
- Himpuh.or.id - masjid-al-ghamamah tempat dilaksanakan shalat ied pertama
- Ramadhan.republika.co.id - Kapan-sholat-idul-fitri-disyariatkan
- Persis.or.id - Mengikuti-idul-adha-arab-saudi-dalam-perspektif-syari-dan-astronomi
- Detik.com - Sejarah-idul-adha-dan-asal-usul-ibadah-qurban
- Detik.com - Hari-raya-idul-adha-2024-berapa-hijriah
- Telkomsel.com - Makna-idul-adha-dan-sejarahnya
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar anda setelah membaca blog ini dengan bahasa yang sopan dan lugas.