-->
Telusuri
24 C
id
  • Homepage
  • Tentang Saya
  • Kontak
Fitra Yadi Malin Parmato
  • Beranda
  • Kategori Postingan
    • Artikel
    • Khazanah Islam
    • Kisah-Kisah
    • Video
    • Photo
  • Photo
    • Video
  • Arsip Lama
  • Video
  • Featured
    • Koleksi Situs Berita
    • Home - Akad Nikah Nursakdiyah
    • Aksi Tanggap Bencana
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • Tutorial PemogramanNew
Telusuri
Beranda Feature - Dibalik Batu Pertama 4 Feature - Dibalik Batu Pertama 4

Feature - Dibalik Batu Pertama 4

Fitra Yadi
Fitra Yadi
10 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

DI BALIK BATU PERTAMA

Catatan Seorang Guru Mengaji di Balik Proyek Kemanusiaan

Oleh: Fitra Yadi Malin Parmato



BAB 3

Menjadi "Orang Human Initiative" Tanpa Pernah Diangkat

"Kadang-kadang, sebuah amanah datang bukan melalui surat keputusan. Ia datang melalui kepercayaan orang lain."

Saya tidak pernah melamar menjadi pegawai Human Initiative. Saya juga tidak pernah mengisi formulir relawan. Tidak pernah mengikuti pelatihan. Tidak pernah menerima kartu identitas. Bahkan sampai hari ini, saya bukan bagian dari lembaga itu.

Tetapi entah sejak kapan, masyarakat mulai mengenal saya sebagai "orang Human Initiative."

Semula saya menganggapnya sebagai urusan kecil. Hanya membantu membuat ajuan proposal, mengirim email. Membantu mensurvei, merekam titik koordinat dan menjepret gambar. Kemudian menyusun berita setelah acara selesai. Lalu pulang. Selesai.

Namun ternyata masyarakat melihatnya berbeda. Setiap kali ada kampung yang ingin membangun masjid, nama saya ikut disebut.

"Temui Malin dulu."

"Ajuan Proposalnya nanti Malin yang buat."

"Kalau Malin sudah membantu, mungkin peluangnya lebih besar."

Saya tersenyum saja mendengarnya.

Padahal saya tahu, saya hanyalah tukang ketik saja dengan smartphone, orang yang tahu cara mengisi link form.

Yang menentukan diterima atau tidaknya proposal bukan saya, bukan pak Tang, bukan Mitra PI.

Yang mengirim bantuan bukan saya. Yang memiliki anggaran pun bukan saya. Saya hanya mengetik, mengisi form, meletakkan titik koordinat.

Tetapi ternyata, di mata masyarakat, pekerjaan kecil itu telah menjadi jembatan harapan.

Semakin lama, semakin banyak orang datang. Ada yang membawa map lusuh berisi surat tanah. Ada yang membawa foto mushalla reyot.

Ada yang membawa gambar bangunan yang sudah berbentuk format pdf.

Ada pula yang datang hanya membawa harapan.

Saya tidak pernah tega mengabaikan mereka.

Saya sudah ajarkan kepada pak Tang bagaimana cara mengisi link form itu, tetapi selalu aja dia lupa, rumit katanya. Ini private link pula tidak boleh diisi oleh orang lain selain yang ditunjuk oleh Mitra PI. 

Saya mengisi link itupun bukan atas nama saya, tetapi atas nama bosnya pak Tang, login dengan email dan passwordnya si Bos.

Ini bukan soal kemampuan, tetapi kepercayaan, bertahun-tahun pak Tang percaya memberi tahu link form itu kepada saya, juga mempercayakan user id dan password atas nama si Bos yang seharusnya dia sendiri yang mengisinya.

Saya berpikir, itu adalah amanah dari Allah, dan merupakan salah satu kesempatan untuk bisa beramal baik.

Maka saya pun membantu. Satu ajuan proposal. Lalu berlanjut ke ajuan kedua, ajuan ketiga. Sampai saya sendiri lupa entah berapa banyak ajuan proposal yang sudah pernah saya sender.

Saya tidak pernah menghitung. Karena sejak awal saya tidak menganggapnya sebagai pekerjaan. Amal baik saja membantu urusan kaum muslimin.


----

Kadang Pak Tang menelepon. "Malin, nanti ada orang datang, apakah Malin sekarang ada di rumah?"

Tidak lama kemudian, benar saja. Seorang ketua panitia muncul di depan rumah.

"Ini kedai ustazd Malin? Saya ke sini di suruh pak Tang" tanyanya ke mertua perempuan saya.

Kadang datang berdua.

Kadang berlima.

Pernah datang satu mobil jauh dari Sungai Antuan di Mudiak sana. Mereka membawa roti, kue-kue dan nasi bungkus lalu makan bersama-sama di rumah saya. Bukan hanya saya, namun juga mengajak makan istri, mertua dan anak-anak saya.

Saya melihat wajah-wajah penuh harap. Mereka tidak sedang membangun gedung mewah. Mereka hanya ingin mempunyai tempat yang layak untuk bersujud.

Itulah sebabnya saya tidak pernah meminta imbalan. Bahkan ketika ada yang hendak menyelipkan uang sebagai tanda terima kasih, hati saya selalu menolak.

Bagaimana mungkin saya mengambil uang dari orang yang sedang berharap memperoleh bantuan?

Bagi saya, jika ada balasan atas pekerjaan itu, seharusnya pak Tang lah yang harus memberikannya dari hasil usahanya.

Saya tidak menuntut, karena saya tahu Allah mencatatnya sebagai amal mulia.

Kalau pun manusia ingin memberi penghargaan, saya lebih senang penghargaan itu datang dari pihak yang meminta bantuan pekerjaan saya seperti pak Tang atau bosnya, bukan dari masyarakat yang sedang berjuang membangun rumah Allah.

Prinsip itulah yang kelak diuji. Bukan oleh orang yang tidak saya kenal. Tetapi oleh orang yang selama bertahun-tahun datang minta tolong kepada saya.

Bukan tersebab oleh proposal anggaran yang bersampul berjilid-jilid, namun hanya dari link adress untuk mengisi form online yang dikirim ke nomor WA saya.

***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru
Fitra Yadi
Fitra Yadi Guru, jurnalis, aktifis

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda setelah membaca blog ini dengan bahasa yang sopan dan lugas.

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement
Fitra Yadi Malin Parmato
Lihat Tentang saya
 


Tutorial Edit Video

Kdenlive - Freedom Video Editing


Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Feature - Dibalik Batu Pertama 4

Fitra Yadi- 06.53 0
Feature - Dibalik Batu Pertama 4
DI BALIK BATU PERTAMA Catatan Seorang Guru Mengaji di Balik Proyek Kemanusiaan Oleh: Fitra Yadi Malin Parmato BAB 3 Menjadi "Orang Human Initiative" …

Most Popular

Ketika Algoritma Menghapus Media Kami

Ketika Algoritma Menghapus Media Kami

22.44
Feature - Dibalik Batu Pertama 2

Feature - Dibalik Batu Pertama 2

21.44
Feature - Dibalik Batu Pertama 1

Feature - Dibalik Batu Pertama 1

19.38
Feature - Dibalik Batu Pertama 3

Feature - Dibalik Batu Pertama 3

23.48
Khutbah Idul Fitri 1447 H - Tahun 2026 - Berharap Hidayah Allah

Khutbah Idul Fitri 1447 H - Tahun 2026 - Berharap Hidayah Allah

21.08
SEBAB SAYA MENGUNDURKAN DIRI DARI MTI CANDUANG I

SEBAB SAYA MENGUNDURKAN DIRI DARI MTI CANDUANG I

00.09
BULETIN JUM'AT TAHUN 2 EDISI 6 - ISLAM DI MINANGKABAU MEMANG BELUM SEMPURNA NAMUN DAKWAH TERUS BERLANJUT

BULETIN JUM'AT TAHUN 2 EDISI 6 - ISLAM DI MINANGKABAU MEMANG BELUM SEMPURNA NAMUN DAKWAH TERUS BERLANJUT

23.00

Recent Comments

Follow Us On Instagram @fitrayadi1980

Fitra Yadi Malin Parmato

About Us

Saya seorang Kepala Keluarga, Pendidik, Da'i - Muballigh, Jurnalis, petani, aktifis sosial dan kemanusiaan

Selengkapnya: Tentang Saya

Follow Us

© Layout by Fitra Yadi Malin Parmato
  • Beranda
  • Tentang Saya
  • Kontak